Elang "malang" tersebut akhirnya mendapat kelegaan setelah cukup lama mengalami kecacatan pada paruhnya.

Sang “pemburu ulung” yang memiliki berat 15 pound atau sekitar 7 kg ini menerima sebuah pembedahan paruh yang tidak hanya meningkatkan penampilannya, namun membuatnya kembali dapat merasakan nikmatnya menyantap makanan dan minuman kesukaannya secara normal kembali.
Burung elang cacat ini sebelumnya ditemukan dalam keadaan yang buruk dan sekarat serta memiliki kondisi tubuh yang sangat kurus dan memprihatinkan di sekitar Pelabuhan di Belanda pada tahun 2005. Elang yang malang ini kemudian dibawa ke tempat perlindungan hewan di St. Maries, Idaho untuk diberi perawatan.
Seorang teknisi mekanikal bernama Nate Calvin, pendiri kelompok atau komunitas yang dinamakan”Kinetic Engineering Group” yang bergerak di bidang pembentuan kembali paruh burung yang baru mendengar tentang keberadaan Elang tersebut yang keberadaannya ditemukan oleh Jane Fink Cantwell, seorang biologist.
Nate kemudian memutuskan untuk membuat dan membentuk paruh imitasi yang berfungsi untuk mengembalikan keadaaan paruh ke bentuk semula.
Menggunakan teknologi software computer untuk desain bentukan, Nate kemudian membentuk sebuah paruh sementara yang terbuat dari bahan campuran nilon yang dikencangkan dengan menggunakan sekrup berbahan titanium.
Dengan masukan dari beberapa dokter gigi, dokter hewan, dan bahkan dokter bedah wajah, Nate kemudian berhasil membentuk kembali paruh elang yang cacat itu menjadi paruh yang berfungsi sesuai dengan fungsi paruh normal pada umumnya. Berikut gambar elang yang mengalami operasi paruh buatan tersebut.

Apabila si Elang tersebut dapat berbicara menggunakan bahasa manusia, maka dia akan mengucapkan banyak kata “terima kasih” terhadap ilmuan yang telah membuatkan paruh baru untuknya. Memang sebuah pekerjaan yang layak diberikan apresiasi sebesar-besarnya.
Sumber : science illustrated,. Mar 09.

alhamdulillah :’)